Magelang, kpud-magelangkota.go.id-  Rapat Koordinasi Persiapan Penyusunan Daftar Pemilih Tambahan Tahap-1 pada Pemilu Tahun 2019 Kota Magelang yang dilaksanakan oleh Komisi Pemilihan Umum Kota Magelang, pada hari Senin (04/2/2019) bertempat di Kantor Badan Kesbangpol dan Linmas Kota Magelang.

Acara dibuka oleh Ketua KPU Kota Magelang Basmar Perianto Amron yang menyampaikan bahwa Daftar Pemilih Khusus (DPK) merupakan pemilih yang memenuhi syarat namun belum terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan Daftar Pemilih Tambahan (DPTb). Pemilih dalam DPK didaftar di TPS sesuai dengan alamat yang tertera dalam KTP-el. Sedangkan DPTb adalah pemilih yang telah terdaftar dalam DPT di suatu TPS yang karena keadaan tertentu atau kondisi tertentu pemilih tidak dapat menggunakan haknya untuk memilih di TPS tempat yang bersangkutan terdaftar dan memberikan suara di TPS lain.”terangnya.  

Divisi Perencanaan, Data dan Informasi Purwanti Juli Wardani menyampaikan bahwa menyusun DPTb yang pertama terhadap pemilih pindah domisili dan punya KTP-El di tempat baru, pemilih tersebut dimasukkan sebagai DPTb; yang kedua khusus pemilih pindah pasca H-30, mengikuti alur pelayanan penggunaan hak pilih; yang ketiga mekanisme Rekap data DPTb H-30 dengan DPTb hari H adalah Pencetakan sesuai H-30 dan Rekap akhir disesuaikan pada hari H.

terkait Daftar Pemilih Khusus (DPK) yaitu tidak terdaftar baik di DPT maupun DPTb; apabila jumlah pemilih DPK melebihi/lebih besar dari ketersediaan Surat Suara; membagi jumlah Pemilih DPK ke TPS wilayah terdekat dan seterusnya ke wilayah yang lebih luas, tetapi masih didalam DAPIL yang sama; memberikan pemahaman kepada Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) terkait Pemilih yang datang pada hari H dan hanya membawa KTP-El (tidak membawa Form. C6-KWK), agar lebih dahulu melakukan pengecekan Pemilih tersebut apakah sudah terdaftar di DPT.”paparnya.

Purwanti menambahkan bahwa untuk Pemeliharaan DPT dengan melakukan pencermatan kembali terhadap DPTHP2 (ganda, anomali, data kemendagri, dan yang lagi TMS); menerima masukan dan/atau rekomendasi terhadap pemilih DPT yang TMS; dilakukan penandaan (marking) terhadap data ganda yang dianggap TMS dan melengkapi elemen data pemilih yang belum lengkap.

Hadir dalam acara tersebut dari Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Divisi yang membidangi, Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Divisi yang membidangi.