Magelang, kpud-magelangkota.go.id- Pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini berpengaruh pada metode sosialisasi Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Magelang Tahun 2020. Jika semula sosialisasi umumnya dilakukan dengan tatap muka, kini bergeser ke media sosial (medsos).

Untuk menyeragamkan persepsi dan pemahaman mengenai metode sosialisasi di masa pandemi covid-19, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Magelang telah melaksanakan Bimbingan Teknik (Bimtek) Tahapan Sosialisasi kepada jajaran Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) se-Kota Magelang pada tanggal 26-27 Agustus 2020, di ruang rapat KPU Kota Magelang.

Ada 2 (dua) materi bimtek yang disampaikan yaitu pemanfaatan media sosial sebagai saran sosialisasi dan penyelesaian pelanggaran administrasi. Materi pertama yang berkaitan dengan sosialisasi dipaparkan oleh Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM Bambang Sarwodiono dan materi kedua berkaitan dengan pelanggaran administrasi disampaikan oleh Divisi Hukum dan Pengawasan Srie Nugraheni.

Dalam paparannya Bambang menyampaikan bahwa di masa pandemi ini media sosial sangat efektif dimanfaatkan untuk penyampaian informasi tahapan pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Magelang Tahun 2020. “Media sosial seperti facebook, instragram, whatsapp, twitter, dan website sangat efektif digunakan untuk sosialisasi, oleh sebab itu PPK dan PPS harus bisa memaksimalkan medsos untuk menyampaikan informasi-informasi berkaitan dengan tahapan pemilihan," tegas Bambang.

Sementara itu, Srie Nugraheni menyampaikan bahwa ada tiga jenis pelanggaran penyelenggara pemilihan yaitu pelanggaran administrasi, pelanggaran kode etik dan pelanggaran pidana. “Dalam melaksanakan tahapan pemilihan penyelenggara harus berpedoman pada peraturan dan perundang-undangan yang berlaku sehingga tidak terjadi pelanggaran administrasi,” pesan Nugraheni seraya menutup pemaparan materi.